Di ruang jaga perawat, seorang perawat junior memberiku sedikit informasi tentang dirinya. Ia tidak memiliki siapa pun. Ia merasa telah hidup terlalu lama. Istrinya telah tiga puluh tahun meninggal, kelima anakaya entah berada dimana.
Keesokan harinya aku mengenakan pakaian ynag bukan seragam seperti biasanya, tetapi tetap berwarna putih. Lampu tidak kunyalakan. Tirai kututup rapat.
Albert langsung membentak, menyuruhku keluar. Aku justru menarik sebuah kursi ke dekat pembaringannya, kemudian duduk dengan kaki menyilang dan dagu agak tengadah. Aku memberinya senyum yang sesempurna mungkin.
“Apa tidak salah? Di luar sudah banyak wanita menunggu.”
Ia tampak agak tersinggung. Tetapi aku berbicara panjang lebar tentang betapa aku senang bekerja di unit rehabilitasi karena aku dapat mendorong orang mencapai potensi maksimum mereka. Ini tempat yang penuh dengan kemungkinan. Ia tidak menyahut sepatah kata pun.
Dua hari kemudian ketika aku mendapatkan giliran jaga, aku diberitahu bahwa Albert telah menanyakan kapan aku bertugas di situ lagi. Kawan-kawan di situ menyebut pria itu “pacarku” dan gosip ini segera beredar. Aku tidak pernah membantah. Bahkan di luar kamarnya, aku berseru kepada yang lain untuk tidak mengganggu “Albert-ku.” Dalam waktu tidak lama Albert belajar duduk, menggantungkan kakinya di sisi pembaringan untuk melatih keseimabangan. Ia juga bersedia menjalani fisioterapi asalkan aku mau datang lagi untuk “mengobrol.”
Secara berkala aku menerima kiriman bunga mawar, bunga krisan, dan kacang yang gurih. Ia telah berkebun lagi. Kemudian pada suatu siang, seorang wanita cantik mengenakan baju ungu muda datang ke tempatku bertugas, meminta bertemu dengan “si penggoda.”
Atasanku memanggil, waktu aku sedang memandikan seorang pasien. “Oh, jadi Anda! Wanita yang mengingatkan Albert-ku bahwa ia seorang pria sejati!” kepalanya tengadah, senyumnya mengembang ketika ia memberiku sebuah undangan untuk datang ke pesta perkawanan mereka.
Magi Hart
Aku hanya manusia, tapi aku masih manusia;
BalasHapusaku tidak dapat mengerjakan segalanya; tapi aku
masih mampu berbuat sesuatu; dan karena aku
tidak mampu mengerjakan semuanya, aku tidak
akan menolak untuk mengerjakan sesuatu yang
mampu kulakukan...
Edward Everett Hale